Beasiswa Tanoto Foundation Lahirkan Inovasi Krim Penghilang Komedo Alami

Bagi kaum wanita, komedo bukan masalah sepele. Komedo merupakan penyumbatan pori-pori kulit oleh minyak di wajah. Problem ini juga sering disebut sebum. Penyumbatan terjadi karena ada proses oksidasi. Keberadaan komedo dirasa mengganggu penampilan sehingga ingin selalu dihilangkan. Banyak orang banyak mengambil langkah yang salah seperti memencetnya sehingga menyebabkan kulit luka dan iritasi. Beruntung kini telah hadir sebuah krim penghilang komedo alami hasil dari kegiatan Tanoto Student Research Award yang dilaksanakan oleh Tanoto Foundation.

Masalah komedo rupanya menginspirasi seorang mahasiswa jurusan Sains dan Teknologi Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Febi Damayanti. Ia membuat krim penghilang komedo yang alami dari bahan daun jambu biji.

Produk hasil penelitian Febi tersebut merupakan hasil salah satu kegiatan Tanoto Student Research Award 2016. Berkat dana hibah dari Tanoto Foundation yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto, Febi mampu membiayai penelitian untuk menghasilkan krim penghilang komedo yang alami.

Febi menamai produknya sebagai Goyava. Bentuknya adalah gel dengan pemakaian praktis. Untuk menghilangkan komedo, gel cukup dioleskan ke muka sebagai masker. Lalu, gel didiamkan selama 15 menit dan baru diangkat dari muka.

“Daun jambu biji memiliki kandungan tanin. Selain itu, kandungan antioksidannya tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar masker anti-komedo,” ujar Febi.

Untuk membuat Goyava, Febi menghaluskan daun jambu biji. Sesudahnya ia mencampurnya dengan bahan pembuat gel. Tak lupa juga pula pelembap ditambahkan supaya tidak melukai kulit ketika dijadikan masker.

“Kandungan gelling agent dalam masker akan menempel pada permukaan komedo. Saat masker mengering dan dikelupaskan, komedo ditarik oleh masker,” kata Febi.

Febi sudah melakukan sejumlah percobaan untuk menjamin keamanan krim penghilang komedo buatannya. Ia melakukan ujicoba terhadap kelinci yang terbukti tidak terpengaruh sama sekali. Selanjutnya, Febi berencana untuk mematenkan Goyava. Selain itu, ia juga ingin mendapatkan sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Terobosan yang dibuat Febi merupakan solusi terhadap problem komedo yang kerap dihadapi, terutama para wanita. Hal-hal seperti inilah yang memang diharapkan lahir dari Tanoto Student Research Award.

Kegiatan Tanoto Foundation ini memang berupaya untuk menghadirkan para peneliti andal di Indonesia yang hasil penelitiannya dapat dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, saat ini, jumlah periset di negeri kita sangat minim, terlebih mereka yang melakukan penelitian aplikatif. Padahal, keberadaan researcher di suatu negara biasanya berbanding lurus dengan daya saing dan kemajuannya. Hal itu bisa terjadi karena peneliti mampu menghadirkan solusi untuk berbagai permasalahan di masyarakat.

Dalam Tanoto Student Research Award, Tanoto Foundation yang didirikan oleh Sukanto Tanoto memberi dana hibah masing-masing sebesar Rp100 juta kepada sejumlah peguruan tinggi mitra untuk membiayai riset yang dilakukan oleh para mahasiswa. Hingga saat ini, Tanoto Student Research Award telah dilakukan oleh Tanoto Foundation melalui kemitraan dengan berbagai universitas terkemuka di Indonesia yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanuddin.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *